Iklan Sponshor

.

Jumat, 16 Desember 2011

Ponselmu Sumber kangkermu [AWAS]

Kangker otakKompas.com - Panel yang terdiri dari pakar internasional menyebutkan telepon seluler mungkin bersifat karsinogenik pada manusia. Hal tersebut terungkap setelah mereka memeriksa lusinan hasil studi mengenai ponsel yang sudah pernah dipublikasikan.

Pernyataan itu dikeluarkan oleh International Agency for Research on Cancer, bagian dari WHO yang meneliti kanker. Mereka meneliti ada tidaknya kaitan antara kanker dan jenis radiasi elektromagnetik yang ditemukan di ponsel, microwaves atau radar.


Para pakar mengelompokkan ponsel ke dalam kategori 2B, yang berarti ponsel mungkin bersifat karsinogen atau memicu kanker pada manusia. Kandungan lain yang masuk dalam kategori ini termasuk pestisida DDT dan sisa pembakaran mesin berbahan bensin.

Tahun lalu sebenarnya sudah dilakukan studi berskala besar namun tidak menemukan kaitan antara kanker dan ponsel. Tetapi beberapa kelompok advokasi melakukan studi dan menunjukkan kaitan antara pengunaan ponsel yang terlalu sering dengan kanker otak tipe glioma, yang meski jarang tapi bersifat mematikan.

Akan tetapi studi tersebut dianggap kontroversial karena dimulai pada saat orang yang diteliti sudah menderita kanker kemudian mewawancara kembali seberapa sering mereka menggunakan ponsel dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam lebih dari 30 studi yang dilakukan di Eropa, Selandia Baru dan Amerika Serikat, pasien kanker otak tidak dilaporkan sering memakai ponsel dibanding dengan orang yang sehat.



Saat ini diperkirakan 5 miliar orang di seluruh dunia menggunakan ponsel atau sekitar tiga perempat populasi global. Karena itu sangat sulit membuat perbandingan antara penderita tumor otak yang memakai ponsel dan yang tidak.

Namun tumor dan kanker adalah penyakit yang perjalanannya panjang, sehingga tidak tepat juga jika disebut ponsel tidak memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan.

Ponsel mengirimkan sinyal pada tower terdekat melalui gelombang frekuensi radio, jenis yang sama dengan gelombang radio FM dan microwaves. Akan tetapi radiasi yang dihasilkan ponsel tidak secara langsung merusak DNA dan berbeda dengan tipe radiasi yang lebih kuat seperti sinar rontgen atau sinar UV. Pada level yang lebih tinggi gelombang frekuensi radio dari ponsel bisa membuat jaringan panas, namun belum sampai merusak sel-sel tubuh.

Menurut Cancer Research Inggris, bahaya nyata dari penggunaan ponsel adalah kecelakaan mobil. Kelompok ini juga merekomendasikan agar remaja berusia kurang dari 16 tahun hanya menggunakan ponsel untuk hal yang penting saja karena otak dan sistem saraf mereka masih dalam perkembangan.
Riset yang dilakukan National Institute of Health, AS mengungkapkan penggunaan posnel bisa meningkatkan aktivitas otak, tetapi belum disimpulkan apakah hal itu memiliki dampak yang berbahaya.

READ MORE - Ponselmu Sumber kangkermu [AWAS]

Kamis, 15 Desember 2011

Apa itu Kangker darah (Leukemia ) ?



Sering nonton sinetron di televisi? Leukemia atau kanker darah merupakan penyakit yang sering dipakai untuk menguras air mata penonton. Jadi, istilah kanker darah sudah tidak asing lagi di telinga anda. Tapi tahukah anda apa dan bagaimana kanker darah itu?



Sebelum kita bicarakan lebih jauh tentang leukemia, ada baiknya kita mengenal dulu sumsum tulang sebab penyakit leukemia awalnya bersumber dari sana.
Sumsum tulang adalah jaringan lunak yang ada pada setiap tulang. Di sumsum tulang inilah sel darah dibuat. Sel darah yang pabriknya ada pada sumsum tulang yakni :
• Sel darah putih, tugasnya melindungi tubuh dari infeksi.
• Sel darah merah, tugasnya membawa oksigen ke seluruh organ tubuh.
• Platelet atau trombosit, tugasnya membantu proses pembekuan darah.
Pada orang normal, semua fungsi ini berjalan sebagaimana mestinya, tetapi tidak pada penderita leukemia. Sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal dalam jumlah besar. Sel sel ini kemudian dikenal dengan nama sel leukemia. Tidak seperti sel darah putih umumnya, sel leukemia tumbuh sangat cepat bahkan mereka mampu tumbuh tiada henti.
Celakanya, pertumbuhan luar biasa sel leukemia ini mampu mendesak sel sel darah yang normal. Sehingga munculah masalah kesehatan seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Sel leukemia juga menyebar ke kelenjar limfe dan organ lainnya menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit.
Leukemia khan ada tipe tipenya, apa sih perbedaan pada masing masing tipe?
Ada bermacam tipe leukemia namun pada umumnya leukemia dibedakan berdasar seberapa cepat leukemia mampu membuat kondisi pasien lebih buruk dan jenis sel darah putih yang terlibat.
• Akut dan khronis. Leukemia akut, perburukan terjadi sangat cepat dan pasien dapat merasakan keluhan saat itu juga sebaliknya leukemia khronis perburukan terjadi sangat lambat dan pasien tidak merasakan keluhan apapun dalam beberapa tahun.
• Limpositik dan myelogenus. Leukemia limfositik atau limfoblastik melibatkan sel darah putih limfosit sementara leukemia myelogenus melibatkan sel darah putih myelosit.
Nah, dari penjelasan diatas, maka dibuatlah 4 macam tipe utama leukemia yaitu :
• Acute lymphoblastic leukemia atau ALL, leukemia yang banyak terjadi pada anak anak namun orang dewasa pun bisa menderitanya.
• Acute myelogenous leukemia atau AML, leukemia yang dapat menyerang anak anak dan dewasa.
• Chronic lymphocytic leukemia atau CLL, leukemia yang banyak terjadi pada orang dewasa, umumnya umur diatas 50 tahun. Anak anak jarang menderitanya.
• Chronic myelogenous leukemia atau CML, leukemia yang umum terjadi pada orang dewasa.
Lalu timbul pertanyaan, apa sih penyebab leukemia itu?
Para ahli sampai saat ini belum dapat memastikan penyebab leukemia, tapi ada beberapa hal yang diduga sebagai faktor resiko terjadinya leukemia. Hal hal tersebut antara lain :
• Terpapar radiasi dalam jumlah yang banyak.
• Terpapar bahan kimia seperti benzena di tempat kerja.
• Sedang menjalani kemoterapi kanker lain.
• Menderita down syndrome atau masalah genetik lainnya.
• Merokok.
Namun demikian, banyak juga orang yang memiliki faktor resiko diatas tetapi tidak menderita leukemia dan demikian pula sebaliknya.
Nah, sekarang gejala leukemia itu apa aja?
Gejala leukemia terggantung tipe leukemia yang diderita, tapi gejala yang umum terjadi antara lain :
• Demam dan berkeringat di malam hari.
• Sakit kepala.
• Mudah memar dan berdarah.
• Nyeri persendian dan tulang tulang.
• Bengkak dan nyeri pada perut akibat pembesaran limfa.
• Pembengkakan pada kelenjar limfe ketiak, leher dan lipatan paha.
• Sering terkena infeksi.
• Merasa lemas dan lesu.
• Berat badan menurun demikian pula dengan nafsu makan.
Bagaimana leukemia didiagnosa?
Untuk mengetahui apakah anda menderita leukemia atau bukan, dokter akan :
• Menanyakan tentang gejala yang anda rasakan termasuk riwayat terjadinya gejala tersebut.
• Melakukan pemeriksaan fisik.
• Melakukan pemeriksaan darah.
Jika pada pemeriksaan darah ditemukan ketidaknormalan maka akan dilanjutkan dengan biopsi sumsum tulang. Pemeriksaan ini memungkinkan seorang dokter melihat sel sel yang ada di dalam sumsum tulang. Kunci utama informasi tentang leukemia ada disini termasuk moda pengobatan yang diperlukan.
Bagaimana sih caranya ngobatin leukemia?
Pengobatan leukemia terggantung banyak hal termasuk tipe leukemia yang anda derita, seberapa lama diderita dan umur serta kondisi kesehatan secara umum.
• Pada leukemia akut, dilakukan pengobatan secara cepat untuk menghentikan pertumbuhan sel leukemia yang juga cepat. Pada beberapa kasus, leukemia dapat mengalami remisi. Beberapa dokter lebih memilih istilah remisi daripada sembuh karena ada kemungkinan kanker akan muncul kembali.
• Pada leukemia limfositik khronis, pengobatan tidak akan dilakukan sampai gejala muncul. Tapi pada leukemia myelogenus khronis, pengobatan dapat dilakukan segera. Leukemia khronis jarang bisa disembuhkan, pengobatan hanya dilakukan untuk mengendalikan penyakit.
READ MORE - Apa itu Kangker darah (Leukemia ) ?

Gejala Kanker Darah

Gejala Kanker Darah
LEUKEMIA (kanker darah) adalah keganasan yang terjadi pada sel-sel darah. Istilah leukimia mencakup keganasan yang terjadi pada sel-sel darah putih, sel-sel darah merah (erythroleukemia) ataupun pada elemen lainya pada darah atau pun sumsum tulang belakang.

Keganasan dimulai ketika terjadi pertumbuhan sel darah merah (putih) secara abnormal (sel blast atau sel muda) dimana pada waktunya, mereka mungkin mendesak sel-sel darah putih, sel-sel darah merah, dan trombosit (platelet) yang normal. Ini membuat darah berat untuk melakukan pekerjaanya.

Pada orang dengan leukimia, sumsum tulang membuat sel darah putih abnormal. Mereka mungkin menjejali sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit normal. Hal ini membuat sulit bagi sel-sel darah normal untuk melakukan pekerjaan mereka.

Jenis-jenis Leukemia

Secara garis besar leukemia dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe akut dan kronis.

1. Leukemia Kronis
Pada awal penyakit, sel-sel leukemia masih bisa melakukan beberapa pekerjaan sel darah putih normal. Pasien mungkin tidak meiliki gejala apapun pada awalnya. Dokter pada umumnya mendeteksi dini leukemia kronis pada pemeriksaan rutin. Perlahan-lahan, leukemia kronis memburuk. Karena jumlah sel-sel leukemia dalam darah meningkat, orang mengalami gejala, seperti pembengkaan kelenjar getah bening atau infeksi. Ketika gejala muncul, biasanya ringan pada awalnya dan memburuk secara bertahap.

2. Leukemia Akut
Sel-sel leukemia tidak dapat melakukan pekerjaan sel darah putih normal. Jumlah sel leukemia meningkat pesat. Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila tidak diobati segera, maka penderita dapat meninggal dalam hitungan minggu hingga hari.

Leukemia bisa juga diklasifikasikan berdasarkan jenis sel darah putih yang terkena, yaitu limfosit ataupun myeloid, leukemia yang mempengaruhi sel-sel limfoid disebut limfoid, limfositik, atau lymphoblastic leukemia. Leukemia yang mempengaruhi sel-sel myeloid disebut myeloid myelogenous, atau myeloblastic leukemia.

Berdasarkan identifikasi di atas, setidaknya ada empat jenis leukemia yang umum diketahui, yaitu:

1. Chronic lymphocytic leukemia (CLL). Paling sering terjadi pada orang tua (berusia 55 tahun keatas). Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda dan hampir tidak pernah pada anak-anak.

2. Chronic myeloid leukemia (CML). Sering terjadi pada orang dewasa, sangat sedikit terjadi pada anak.

3. Acute Lymphoctic leukemia (ALL). Merupakan tipe leukemia yang paling sering terjadi pada anak-anak. Juga ditemui pada orang dewasa, terutama yang berusia 65 tahun atau lebih.

4. Acute myeloid leukemia (AML). Tipe ini lebih sering terjadi pada orang dewasa.

Gejala

Seperti semua sel-sel darah, sel-sel leukemia mengalir ke seluruh tubuh. Gejala leukemia tergantung pada jumlah sel-sel leukemia dan dimana sel-sel ini menumpuk dalam tubuh.

Orang-orang dengan leukemia kronis mungkin tidak memiliki gejala. Orang-orang dengan leukemia akut biasanya pergi ke dokter mereka karena mereka merasa sakit. Jika otak dipengaruhi, mereka mungkin sakit kepala, muntah, kebingungan, kehilangan kontrol otot, atau kejang. Leukemia juga dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh seperti saluran pencernaan, ginjal, paru-paru, jantung, ataupun testis.

Gejala umum dari leukemia kronis atau akut bisa meliputi:

- Pembengkakan kelenjar getah bening (di leher atau ketiak) yang biasanya tidak sakit.

- Demam atau berkeringat di malam hari.

- Sering infeksi

- Merasa lemah atau lelah.

Pendarahan dan mudah memar (gusi berdarah, bercak keunguan di kulit, atau bintik-bintik merah kecil di bawah kulit).

- Pembengkakan atau rasa tidak nyaman di perut (karena hati/pencreas bengkak).

- Berat badan turun drastis tenpa sebab yang jelas.

- Nyeri pada tulang atau sendi.

Pengobatan Leukemia

Orang-orang dengan leukemia memiliki banyak pilihan pengobatan, Pilihanya adalah menanti sambil waspada (watchful waiting), kemoterapi, targeted terapi, terapi biologi, terapi radiasi, dan transplantasi sel induk.

Pilihan pengobatan tergantung terutama pada 3 aspek, yaitu: jenis leukemia, usia dan apakah sel-sel leukemia ditemukan dalam cairan cerebrospinal.
READ MORE - Gejala Kanker Darah

Ini Dia Faktor Utama Pemicu Penyebaran Kanker


Sebuah studi baru menyebutkan bahwa lebih dari 40% semua jenis kanker disebabkan karena pilihan gaya hidup.


Berdasarkan survei yang dilakukan di Inggris, hampir setengah penderita yang terdiagnosa kanker disebabkan oleh pemilihan gaya hidup.Obesitas, merokok, makanan dan alkohol, masing-masing dapat menjadi penyebab timbulnya tipe kanker. Namun rokok menjadi pemicu utama terjadinya kanker.

Merokok menyebabkan 23% kanker pada pria dan 15,6% pada wanita."Banyak orang percaya bahwa kanker disebabkan karena nasib atau gen. Namun, setelah melihat semua bukti, jelas bahwa sekitar 40% penyebab kanker disebabkan oleh hal-hal dimana kita sebenarnya bisa mengubahnya," ungkap peneliti Prof Max Parkin.Peneliti juga menemukan posisi kedua penyebab terjadinya kanker adalah disebabkan sedikitnya mengonsumsi buah dan sayuran segar pada makanan pria. Berbeda dengan pria, penyebab terjadinya kanker pada wanita setelah merokok adalah obesitas."Kami tak menduga saat menemukan makan buah dan sayur akan menjadi penting bagi pria untuk melawan kanker.

Dan bagi wanita, tak mengira bila kegemukan berdampak lebih buruk dibandingkan alkohol," tambahnya.Berikut ini enam besar penyebab terjadinya kanker pada wanita dan pria.Pria1. Merokok 23 %2. Sedikit Makan buah dan sayur 6,1 %3. Bahaya/Risiko dalam pekerjaan 4,9 %4. Alkohol 4,6 %5. Kegemukan 4,1 %6. Terpapar matahari 3,5 %Wanita1. Merokok 15,6 %2. Kegemukan 6,9 %3. Infeksi 3,7 %4. Terpapar matahari 3,6 %5. Sedikit makan buah dan sayur 3,4 %6. Alkohol 3,3 %
READ MORE - Ini Dia Faktor Utama Pemicu Penyebaran Kanker

CEGAH KANKER PAYUDARA

Kangker payudara
Kanker Payudara merupakan penyebab utama kematian karena kanker pada wanita. Setiap tahunnya sekitar 180.000 orang terdiagnosa menderita penyakit kanker payudara.

Payudara manusia merupakan suatu kelenjar yang terdiri dari milk ducts, lobula, jaringan lemak dan jaringan pembuluh limfe. Kanker atau tumor dapat berlokasi pada bagian payudara manapun, dan paling sering terdeteksi ketika wanita merasa terdapat benjolan. Secara umum, benjolan bersifat lembek, tidak bertambah besar, dan biasanya tidak nyeri. Sebagian besar dari benjolan payudara tidak bersifat kanker. Namun, benjolan payudara yang bertambah besar, tidak bergerak, kemungkinan bersifat kanker. Karena itu dibutuhkan biopsi untuk mengidentifikasi benjolan tersebut. Kanker payudara dapat menghasilkan sekret berwarna kuning, merah (berdarah), maupun jernih, yang keluar dari puting susu.


TIPE KANKER PAYUDARA

1. Adenoid cystic carcinoma, malignant cytosarcoma phylliodes, madullary carcinoma, dan tubular carcinoma. Ini merupakan tipe cancer payudara yang bersifat kurang agresif dibandingkan bentuk lainnya.

2. Infiltrating ductal carcinoma. Jenis ini merupakan kanker yang terdapat pada saluran susu dan menginfiltrasi jaringan sekitar payudara. Sekitar 80% dari kasus kanker payudara merupakan infiltrating ductal carcinoma

3. Inflammatory carcinoma. Pada tipe ini, tumor terdapat pada saluran susu, dan ketika membesar, mengenai pembuluh darah dan limfe. Kulit menebal, berwarna merah, dan payudara menjadi sangat lembek dan terlihat terinfeksi. Tipe ini menyebar dengan cepat karena mengenai pembuluh darah dan limfe.

4. Intraductal carcinoma in situ. Tipe ini terlokalisasi, dimana sel kanker tumbuh pada duktus. Tipe ini tidak menginfasi jaringan lain.

5. Lobullar carcinoma. Pada tipe ini tumor tumbuh pada lobus, dan terjadi bersamaan pada kedua payudara.

6. Paget’s disease of the nipple. Tipe ini terjadi ketika sel dari cancerous tumor bermigrasi ke puting susu. Simptomnya adalah gatal, kemerahan, dan luka pada puting. Paget’s disease merupakan tanda adanya kanker duktus primer di jaringan payudara.

FAKTOR RISIKO

Mungkin tidak ada jawaban tunggal mengenai penyebab kanker payudara, namun, hormon estrogen wanita menjadi penyebab di beberapa kasus. Estrogen menyebabkan pertumbuhan selular di jaringan payudara dan organ reproduksi, dan kanker merupakan gangguan pada pertumbuhan seluler yang tidak terkendali.

Beberapa faktor risiko kanker payudara termasuk :

1. Menstruasi pertama pada umur kurang dari 9 tahun.
2. Menopause setelah usia 55 tahun
3. Memiliki anak setelah usia 40 tahun
4. Tidak memiliki anak.
5. Obesitas juga meningkatkan risiko wanita terkena kanker payudara, dan wanita yang obesitas cenderung memiliki estrogen yang lebih banyak daripada wanita yang kurus.
6. Konsumsi makanan tinggi lemak
7. Makanan tinggi lemak juga dihubungkan menjadi penyebab meningkatnya risiko kanker payudara, dan ketika wanita mengkonsumsi lemak lebih tinggi dari pada serat, tubuh akan memproduksi lebih banyak estrogen.
8. Faktor lingkungan seperti terpapar radiasi, pestisida atau penggunakan implan payudara juga meningkatkan faktor risiko kanker payudara.

Semua faktor risiko ini dikarenakan payudara terpapar estrogen untuk waktu yang lebih lama. Untuk itu, penting untuk mendeteksi kanker payudara dengan segera. Pola makan yang sehat, dan periksa payudara sendiri secara berkala.

PENGOBATAN HERBAL·

Akar asparagus dan echinaceae meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.· Burdock root, dandelion root, cengkeh merah dapat memproteksi hati dan membersihkan aliran darah.· Ginko biloba dapat meningkatkan sirkulasi dan fungsi otak.· Licorice root dapat menjaga fungsi organ dengan baik.

REKOMENDASI DIET·

Makan buah-buahan dan sayuran segar, gandum kacang-kacangan, low-fat yoghurt. Sayuran ynag dianjurkan adalah brokoli, kol, kembang kol, sayuran berwana orange/kuning seperti ubi, labu. Makan sayuran mentah atau dikukus sebentar.· Apel, ceri, anggur, dan tipe bery lainnya.· Bawang bombai atau bawang putih, atau minum suplemen mengandung bawang putih (garlic).· Minum jus buah di pagi hari dan jus sayuran di siang hari.· Jangan makan daging atau produk hewan lainnya. · Hindari konsumsi alkohol, kafein, junk food.· Konsumsi serat ekstra setiap hari· Hindari konsumsi suplemen mengadung zat besi.

REKOMENDASI DOSIS PROPOLIS

PENCEGAHAN: Minum minimal 4 sd 5 tetes Propolis Propolis saat akan tidur

PENGOBATAN Stadium Awal: Minum minimal 5 tetes Propolis 3 kali sehari

PENGOBATAN Stadium Lanjut: Minum minimal 10 tetes Propolis 3 kali sehari
READ MORE - CEGAH KANKER PAYUDARA

Turunkan Resiko Kanker Dengan Cara Mudah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...