Iklan Sponshor

.
Tampilkan postingan dengan label Pencegahan Kangker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pencegahan Kangker. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

Tips Cerdas Mencegah Kangker Leher Rahim

Tips Cerdas Mencegah Kangker Leher Rahim
Mencegah Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim). Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim. Setiap wanita pasti tidak ingin terkena penyakit Kanker Leher Rahim (Serviks). Penyebab Kanker Serviks adalah sejenis virus yang dinamakan Human Papiloma Virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Kankes serviks menduduki peringkat pertama dari semua kanker yang menyerang wanita –kebanyakan di negara-negara berkembang. Setiap tahunnya ada sekitar 600.000 kasus baru dan 300.000 kematian akibat kanker serviks. Hampir 80% kasus ini terjadi di Negara berkembang. Kanker serviks menempati posisi kedua kanker yang diderita wanita, dan menempati urutan pertama di Negara berkembang.

Namun, kabar baiknya, tidak seperti penyakit kanker yang lain, kanker serviks dapat dicegah karena memiliki masa preinvasif (sebelum ganas) yang lama, pemeriksaan sitologi (sel) untuk mendeteksi dini kanker serviks sudah tersedia, terapi bibit keganasan (lesi perinvasif) cukup efektif.

Berikut beberapa Tips mencegah Kanker Serviks :

* Deteksi Dini.
Lakukan pemerksaan screening secara teratur 1 tahun sekali untuk mengetahui lesi pre-kanker. Dengan ditemukan gejala awal tersebut, kanker bisa segera diterapi. Jika masih stadium awal, kanker bisa disembuhkan total.

* Mengganti Pakaian Dalam Teratur.
Jangan segan mengganti pakaian dalam dengan yang bersih dan kering, minimal 2 kali sehari.

* Selalu Kering.
Keringkan area kelaminmu setiap setelah buang air kecil.

* Mengganti Pembalut.
Biasakan mengganti pembalut, minimal 2 kali sehari.

* Diet Makanan.
Hindari konsumsi makanan yang meningkatkan produksi lender, seperti nanas, timun dan kol.

* Jaga Vagina Anda.
Jangan memegang vagina dengan kuku yang kotor.

* Tidak Melakukan Seks Bebas.
Hindari prilaku seks bebas karena seks bebas merupakan media penularan segala jenis penyakit kelamin yang sangat efektif.

Dengan mengetahui Penyebab Kanker Serviks dan juga Tips Mencegah Kanker Serviks diatas, semoga bisa bermanfaat dan menjauhkan anda dari penyakit pembunuh Kanker leher rahim (serviks).
READ MORE - Tips Cerdas Mencegah Kangker Leher Rahim

Gejala Kanker rongga mulut

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Kanker rongga mulut dapat juga dideteksi dini sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter ahli bedah mulut.
Dokter Spesialis Bedah Mulut yang juga Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, drg Muhammad Ruslim MKes SpBM mengatakan, sebagian besar dokter dan dokter gigi menyarankan agar seseorang berperan aktif dalam deteksi dini keganasan dalam rongga mulut dengan cara melakukan pemeriksaan sendiri setiap bulan.
Deteksi dini kanker rongga mulut ini bertujuan untuk mengenali atau mencurigai terdapatnya kanker rongga mulut pada tahap awal.
"Pemeriksaan rongga mulut merupakan bagian yang penting dari evaluasi fisik dalam deteksi dini keganasan rongga mulut. Sehingga pengobatan yang cepat dan tepat akan memberikan hasil yang memuaskan dengan prognosa baik," ujar Ruslin yang juga Ketua Pengurus Wilayah Sulawesi Persatuan Ahli bedah mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) Sulawesi ini.
Berikut tanda-tanda dini yang dapat ditemukan untuk kanker rongga mulut:
1. Adanya luka pada wajah, leher kepala atau mulut yang tidak sembuh dalam waktu 2 minggu.
2. Pembekakan, benjolan pada bibir, gusi atau daerah lainnya di dalam rongga mulut.
3. Adanya tanda kemerahan, pengerasan di sekitar rongga mulut.
4. Pendarahan yang berulang di dalam rongga mulut.
5. Parasthesia, nyeri di sekitar wajah, mulut atau leher.
6. Nyeri pada telinga.
7. Kesulitan pada menggerakkan rahang atau lidah.
8. Pembekakan rahang sehingga gigi tiruan menjadi tidak fit dan stabil.
9. Perubahan suara.
10. Massa di leher.
11. Kehilangan berat badan.
READ MORE - Gejala Kanker rongga mulut

20 Ponsel Penyebab Tumor Otak

Lembaga peneliti di WHO, International Agency for Research on Cancer (IARC), mengeluarkan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa menggunakan ponsel terlalu lama akan mengakibatkan terjadinya tumor otak jenis glioma. Demikian dilansir CNN, Rabu (1/6/2011).

Radiasi ini diukur dalam satuan specific absorbed radiation atau SAR. Berikut 20 ponsel dengan tingkat radiasi tertinggi, urutan mulai dari yang terendah hingga tertinggi dalam kategori berbahaya jika digunakan secara berkala seperti ditulis Cnet.

1.Motorola i576
Tingkat SAR: 1.45
2.Kyocera X-tc
Tingkat SAR: 1.45
3.Kyocera Wild Card M1000
Tingkat SAR: 1.46
4.Motorola Atrix 4G
Tingkat SAR: 1.47
5.LG Chocolate Touch
Tingkat SAR: 1.47
6.HTC Desire
Tingkat SAR: 1.48
7.Motorola Droid 2
Tingkat SAR: 1.49
8.Motorola Droid
Tingkat SAR: 1.49
9.Sanyo Vero
Tingkat SAR: 1.49
10. LG Rumor 2
Tingkat SAR: 1.51
11. ZTE Salute
Tingkat SAR: 1.52
12. Motorola Grasp
Tingkat SAR: 1.51
13. Motorola Defy
Tingkat SAR: 1.52
14. Nokia Astound
Tingkat SAR:1.53
15.Motorola i335
Tingkat SAR: 1.53
16. Kyocera Jax S1300
Tingkat SAR: 1.55
17. Sony Ericsson Xperia X10 Mini Pro
Tingkat SAR: 1.55
18. Sony Ericsson Satio (Idou)
Tingkat SAR: 1.56
19. Motorola Droid 2 Global
Tingkat SAR: 1.58
20. Motorola Bravo
Tingkat SAR: 1.59
READ MORE - 20 Ponsel Penyebab Tumor Otak

Ponselmu Sumber kangkermu [AWAS]

Kangker otakKompas.com - Panel yang terdiri dari pakar internasional menyebutkan telepon seluler mungkin bersifat karsinogenik pada manusia. Hal tersebut terungkap setelah mereka memeriksa lusinan hasil studi mengenai ponsel yang sudah pernah dipublikasikan.

Pernyataan itu dikeluarkan oleh International Agency for Research on Cancer, bagian dari WHO yang meneliti kanker. Mereka meneliti ada tidaknya kaitan antara kanker dan jenis radiasi elektromagnetik yang ditemukan di ponsel, microwaves atau radar.


Para pakar mengelompokkan ponsel ke dalam kategori 2B, yang berarti ponsel mungkin bersifat karsinogen atau memicu kanker pada manusia. Kandungan lain yang masuk dalam kategori ini termasuk pestisida DDT dan sisa pembakaran mesin berbahan bensin.

Tahun lalu sebenarnya sudah dilakukan studi berskala besar namun tidak menemukan kaitan antara kanker dan ponsel. Tetapi beberapa kelompok advokasi melakukan studi dan menunjukkan kaitan antara pengunaan ponsel yang terlalu sering dengan kanker otak tipe glioma, yang meski jarang tapi bersifat mematikan.

Akan tetapi studi tersebut dianggap kontroversial karena dimulai pada saat orang yang diteliti sudah menderita kanker kemudian mewawancara kembali seberapa sering mereka menggunakan ponsel dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam lebih dari 30 studi yang dilakukan di Eropa, Selandia Baru dan Amerika Serikat, pasien kanker otak tidak dilaporkan sering memakai ponsel dibanding dengan orang yang sehat.



Saat ini diperkirakan 5 miliar orang di seluruh dunia menggunakan ponsel atau sekitar tiga perempat populasi global. Karena itu sangat sulit membuat perbandingan antara penderita tumor otak yang memakai ponsel dan yang tidak.

Namun tumor dan kanker adalah penyakit yang perjalanannya panjang, sehingga tidak tepat juga jika disebut ponsel tidak memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan.

Ponsel mengirimkan sinyal pada tower terdekat melalui gelombang frekuensi radio, jenis yang sama dengan gelombang radio FM dan microwaves. Akan tetapi radiasi yang dihasilkan ponsel tidak secara langsung merusak DNA dan berbeda dengan tipe radiasi yang lebih kuat seperti sinar rontgen atau sinar UV. Pada level yang lebih tinggi gelombang frekuensi radio dari ponsel bisa membuat jaringan panas, namun belum sampai merusak sel-sel tubuh.

Menurut Cancer Research Inggris, bahaya nyata dari penggunaan ponsel adalah kecelakaan mobil. Kelompok ini juga merekomendasikan agar remaja berusia kurang dari 16 tahun hanya menggunakan ponsel untuk hal yang penting saja karena otak dan sistem saraf mereka masih dalam perkembangan.
Riset yang dilakukan National Institute of Health, AS mengungkapkan penggunaan posnel bisa meningkatkan aktivitas otak, tetapi belum disimpulkan apakah hal itu memiliki dampak yang berbahaya.

READ MORE - Ponselmu Sumber kangkermu [AWAS]

Kamis, 15 Desember 2011

Gejala Kanker Darah

Gejala Kanker Darah
LEUKEMIA (kanker darah) adalah keganasan yang terjadi pada sel-sel darah. Istilah leukimia mencakup keganasan yang terjadi pada sel-sel darah putih, sel-sel darah merah (erythroleukemia) ataupun pada elemen lainya pada darah atau pun sumsum tulang belakang.

Keganasan dimulai ketika terjadi pertumbuhan sel darah merah (putih) secara abnormal (sel blast atau sel muda) dimana pada waktunya, mereka mungkin mendesak sel-sel darah putih, sel-sel darah merah, dan trombosit (platelet) yang normal. Ini membuat darah berat untuk melakukan pekerjaanya.

Pada orang dengan leukimia, sumsum tulang membuat sel darah putih abnormal. Mereka mungkin menjejali sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit normal. Hal ini membuat sulit bagi sel-sel darah normal untuk melakukan pekerjaan mereka.

Jenis-jenis Leukemia

Secara garis besar leukemia dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe akut dan kronis.

1. Leukemia Kronis
Pada awal penyakit, sel-sel leukemia masih bisa melakukan beberapa pekerjaan sel darah putih normal. Pasien mungkin tidak meiliki gejala apapun pada awalnya. Dokter pada umumnya mendeteksi dini leukemia kronis pada pemeriksaan rutin. Perlahan-lahan, leukemia kronis memburuk. Karena jumlah sel-sel leukemia dalam darah meningkat, orang mengalami gejala, seperti pembengkaan kelenjar getah bening atau infeksi. Ketika gejala muncul, biasanya ringan pada awalnya dan memburuk secara bertahap.

2. Leukemia Akut
Sel-sel leukemia tidak dapat melakukan pekerjaan sel darah putih normal. Jumlah sel leukemia meningkat pesat. Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila tidak diobati segera, maka penderita dapat meninggal dalam hitungan minggu hingga hari.

Leukemia bisa juga diklasifikasikan berdasarkan jenis sel darah putih yang terkena, yaitu limfosit ataupun myeloid, leukemia yang mempengaruhi sel-sel limfoid disebut limfoid, limfositik, atau lymphoblastic leukemia. Leukemia yang mempengaruhi sel-sel myeloid disebut myeloid myelogenous, atau myeloblastic leukemia.

Berdasarkan identifikasi di atas, setidaknya ada empat jenis leukemia yang umum diketahui, yaitu:

1. Chronic lymphocytic leukemia (CLL). Paling sering terjadi pada orang tua (berusia 55 tahun keatas). Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda dan hampir tidak pernah pada anak-anak.

2. Chronic myeloid leukemia (CML). Sering terjadi pada orang dewasa, sangat sedikit terjadi pada anak.

3. Acute Lymphoctic leukemia (ALL). Merupakan tipe leukemia yang paling sering terjadi pada anak-anak. Juga ditemui pada orang dewasa, terutama yang berusia 65 tahun atau lebih.

4. Acute myeloid leukemia (AML). Tipe ini lebih sering terjadi pada orang dewasa.

Gejala

Seperti semua sel-sel darah, sel-sel leukemia mengalir ke seluruh tubuh. Gejala leukemia tergantung pada jumlah sel-sel leukemia dan dimana sel-sel ini menumpuk dalam tubuh.

Orang-orang dengan leukemia kronis mungkin tidak memiliki gejala. Orang-orang dengan leukemia akut biasanya pergi ke dokter mereka karena mereka merasa sakit. Jika otak dipengaruhi, mereka mungkin sakit kepala, muntah, kebingungan, kehilangan kontrol otot, atau kejang. Leukemia juga dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh seperti saluran pencernaan, ginjal, paru-paru, jantung, ataupun testis.

Gejala umum dari leukemia kronis atau akut bisa meliputi:

- Pembengkakan kelenjar getah bening (di leher atau ketiak) yang biasanya tidak sakit.

- Demam atau berkeringat di malam hari.

- Sering infeksi

- Merasa lemah atau lelah.

Pendarahan dan mudah memar (gusi berdarah, bercak keunguan di kulit, atau bintik-bintik merah kecil di bawah kulit).

- Pembengkakan atau rasa tidak nyaman di perut (karena hati/pencreas bengkak).

- Berat badan turun drastis tenpa sebab yang jelas.

- Nyeri pada tulang atau sendi.

Pengobatan Leukemia

Orang-orang dengan leukemia memiliki banyak pilihan pengobatan, Pilihanya adalah menanti sambil waspada (watchful waiting), kemoterapi, targeted terapi, terapi biologi, terapi radiasi, dan transplantasi sel induk.

Pilihan pengobatan tergantung terutama pada 3 aspek, yaitu: jenis leukemia, usia dan apakah sel-sel leukemia ditemukan dalam cairan cerebrospinal.
READ MORE - Gejala Kanker Darah

Ini Dia Faktor Utama Pemicu Penyebaran Kanker


Sebuah studi baru menyebutkan bahwa lebih dari 40% semua jenis kanker disebabkan karena pilihan gaya hidup.


Berdasarkan survei yang dilakukan di Inggris, hampir setengah penderita yang terdiagnosa kanker disebabkan oleh pemilihan gaya hidup.Obesitas, merokok, makanan dan alkohol, masing-masing dapat menjadi penyebab timbulnya tipe kanker. Namun rokok menjadi pemicu utama terjadinya kanker.

Merokok menyebabkan 23% kanker pada pria dan 15,6% pada wanita."Banyak orang percaya bahwa kanker disebabkan karena nasib atau gen. Namun, setelah melihat semua bukti, jelas bahwa sekitar 40% penyebab kanker disebabkan oleh hal-hal dimana kita sebenarnya bisa mengubahnya," ungkap peneliti Prof Max Parkin.Peneliti juga menemukan posisi kedua penyebab terjadinya kanker adalah disebabkan sedikitnya mengonsumsi buah dan sayuran segar pada makanan pria. Berbeda dengan pria, penyebab terjadinya kanker pada wanita setelah merokok adalah obesitas."Kami tak menduga saat menemukan makan buah dan sayur akan menjadi penting bagi pria untuk melawan kanker.

Dan bagi wanita, tak mengira bila kegemukan berdampak lebih buruk dibandingkan alkohol," tambahnya.Berikut ini enam besar penyebab terjadinya kanker pada wanita dan pria.Pria1. Merokok 23 %2. Sedikit Makan buah dan sayur 6,1 %3. Bahaya/Risiko dalam pekerjaan 4,9 %4. Alkohol 4,6 %5. Kegemukan 4,1 %6. Terpapar matahari 3,5 %Wanita1. Merokok 15,6 %2. Kegemukan 6,9 %3. Infeksi 3,7 %4. Terpapar matahari 3,6 %5. Sedikit makan buah dan sayur 3,4 %6. Alkohol 3,3 %
READ MORE - Ini Dia Faktor Utama Pemicu Penyebaran Kanker

Penyebab orang menderita kanker (beserta cara menghindarinya)


Kanker termasuk penyakit yang menakutkan dan merupakan momok bagi banyak orang setelah penyakit jantung. Bagaimana tidak, sudah banyak nyawa lepas akibat penyakit yang dapat menyerang siapa saja ini. Apa sih kanker itu? Bagaimana penyakit ini bisa tumbuh dan berkembang di dalam tubuh kita? Dan, apa pula penyebabnya? Bisakah kita menghindarinya?
Yuk, kita simak penjelasan berikut ini.

Gen akan bekerja dengan baik jika tubuh dalam keadaan sehat. Gen ini bertugas mengatur pembelahan sel di dalam tubuh dan memastikan bahwa setiap sel baru adalah replikasi induknya. Sel baru akan menggantikan sel yang mati atau rusak. Jika terjadi ketidaknormalan pada waktu proses pembelahan dan pembaharuan sel, maka akan terbentuk sel abnormal berupa benjolan yang disebut tumor. Pada waktu sel abnormal ini tumbuh, pembuluh darah dengan sendirinya akan memberikan pasokan gizi kepada tumor. Akibatnya, tumor tumbuh makin subur. Lama kelamaan tumor akan merajalela dengan cara menyerang jaringan yang sehat dan menyebar yang disebut tumor ganas atau kanker.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan sel abnormal di dalam tubuh, diantaranya adalah:

Faktor genetik : Seseorang yang memiliki riwayat (keturunan) penyakit kanker mempunyai risiko lebih besar terkena penyakit ini, dibanding seseorang yang tidak memiliki riwayat.

Faktor kekebalan (imunitas) : Di dalam tubuh yang sehat sistem kekebalannya mampu mengenali sel asing dan memusnahkannya. Tetapi jika sistem imunitas di dalam tubuh memiliki masalah, maka akan mempengaruhi pengenalan terhadap sel asing, sehingga sel tumor akan berkembang dan tumbuh dengan bebas.

Faktor makanan : Menurut penelitian, 80-90% penyebab berbagai kanker berkaitan dengan makanan. Beberapa makanan jika dikonsumsi secara berlebih dapat menjadi pencetus munculnya sel kanker. Misalnya, makanan yang diasap, makanan yang diasinkan atau diacar, makanan yang diawetkan, dan makanan yang banyak mengandung bahan-bahan kimia lainnya (zat pewarna dan perasa buatan).


Berikut jenis kanker, penyebab dan cara menghindarinya:
Quote:
  • Kanker lambung
    Penyebab: Terlalu banyak merokok, banyak menyantap makanan yang diasinkan dan kurang mengkonsumsi sayuran dan buah.
    Proteksi: Perbanyak konsumsi sayuran dan buah segar, rajin minum teh hijau, kurangi konsumsi garam.
  • Kanker payudara
    Penyebab: Terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi kalori, alkohol, dan daging yang diasap.
    Proteksi: Perbanyak konsumsi sayuran dan buah segar khususnya yang berwarna hijau dan kuning.
  • Kanker kandung kemih
    Penyebab: Terlalu banyak mengkon-sumsi alkohol, pemanis buatan, dan merokok.
    Proteksi: Perbanyak mengkonsumsi sayuran dan buah segar khususnya yang berwarna hijau dan kuning.
  • Kanker prostat
    Penyebab: Terlalu banyak meng-konsumsi makanan berlemak, terutama lemak jenuh dari daging.
    Proteksi: Perbanyak konsumsi sayuran dan buah segar khususnya yang berwarna hijau dan kuning.
  • Kanker hati
    Penyebab: Diakibatkan oleh infeksi hepatitis B atau aflatoxin, terlalu banyak minum minuman beralkohol.
    Proteksi: Menghindari makanan yang mengandung aflatoxin, mis: kacang tanah yang telah berjamur dan hasil olahannya, keju yang kadaluarsa, batasi konsumsi makanan berprotein tinggi dan garam.
  • Kanker tenggorokan (esofagus)
    Penyebab: Tingginya konsumsi alkohol dan makanan yang diawetkan. Kebiasaan merokok.
    Proteksi: Hindari makanan berpotensial penyebab kanker dan perbanyak konsumsi buah dan sayur.
  • Kanker mulut rahim (servix)
    Penyebab: Rendahnya konsumsi sayuran dan buah.
    Proteksi: Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung asam folat yang terdapat pada sayuran hijau, biji-bijian, kacang polong dan buncis.
READ MORE - Penyebab orang menderita kanker (beserta cara menghindarinya)

Turunkan Resiko Kanker Dengan Cara Mudah


Quote:
Kanker bukan penyakit takdir atau kutukan walau banyak penelitian yang menunjukan bahwa kanker diturunkan secara genetik.

Setengah kematian akibat kanker dapat dicegah dengan hanya mengikuti pola hidup yang sehat, demikian menurut American Cancer Society.

Berikut 10 perubahan perilaku yang dapat menurunkan risiko kanker:
Quote:
1. Stop Merokok

Berhentilah merokok atau mengkonsumsi segala jenis produk tembakau. Merokok dapat menyebabkan berbagai jenis kanker seperti kanker paru paru, kerongkongan, mulut, tenggorokan, lambung dan pankreas. Jika saat ini anda sedang berusaha berhenti, jangan pernah menyerah sebelum mendapatkan manfaat yang besar nantinya.
Quote:
2. Deteksi Dini

Lakukan deteksi dini kanker secara rutin. Deteksi dini dapat mendeteksi kanker usus besar/colon, kanker payudara, kanker prostat, kanker mulut rahim/cervix dan kanker kulit secara dini sehingga lebih mudah disembuhkan. Tanyakan ke dokter anda kapan sebaiknya deteksi dini dilakukan menurut kondisi kesehatan dan. Meskipun anda tidak merasakan gejala apa apa, deteksi dini bermanfaat untuk menemukan kanker stadium dini sehingga penyembuhan dapat dilakukan dengan baik. Pemeriksaan pada saat deteksi dini termasuk pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, pencitraan seperti ronsen dan CT Scan.
Quote:
3. Batasi Konsumsi Alkohol

Membatasi konsumsi alkohol artinya anda tidak boleh minum minuman beralkohol melebihi 2 gelas sehari untuk pria dan segelas sehari untuk wanita. Risiko kanker mulut enam kali lebih tinggi pada mereka yang mengkonsumsi alkohol bila dibandingkan dengan mereka yang jarang minum alkohol.
Quote:
4. Lindungi Kulit Dari Sinar Matahari

Paparan berlebihan sinar ultra violet dari matahari dapat merusak DNA pada kulit dan menyebabkan terjadinya mutasi genetik yang merupakan risiko utama kanker kulit. Gunakan tabir surya setiap kali anda beraktivitas yang lama di luar ruangan. Pilihlah tabir surya yang mengandung SPF diatas 15 dan memberikan proteksi terhadap sinar UVA dan UVB.
Quote:
5. Aktif Secara Fisik

Penelitian menunjukan, mereka yang aktif secara fisik memiliki risiko yang rendah menderita kanker usus besar dan kanker payudara. Anda tidak perlu menjadi atlet untuk mendapatkan manfaat dari aktivias fisik, cukup melakukan olahraga sederhana seperti jalan kaki, bersepeda, jogging, menari dan aktivitas lainnya yang membuat tubuh anda berkeringat.
Quote:
6. Pertahankan Berat Badan Sesehat Mungkin

Kelebihan berat badan menyebabkan seseorang berisiko menderita kanker rahim, kanker kandung empedu, kanker kerongkongan, kanker ginjal, kanker thyroid dan kanker usus besar. Bila saat ini anda merasa gemuk, segera turunkan berat badan anda.
Quote:
7. Hindari Terapi Pengganti Hormon

Hindari mengkonsumsi terapi pengganti hormon untuk mengobati gejala menopause. Beberapa penelitian menunjukan peningkatan risiko kanker rahim pada penggunaan terapi ini. Jika memang anda sangat membutuhkan, batasi penggunaan sampai 5 tahun.
Quote:
8. Minum Obat

Untuk menurunkan risiko kanker, misalnya kanker payudara, seseorang dapat minum obat yang disebut selective estrogen receptor modulator. Obat ini hanya dikonsumsi mereka yang berisiko tinggi menderita kanker payudara.
Quote:
9. Hindari Paparan Zat Kanker

Sedapat mungkin menghindari paparan bahan bahan yang dapat menyebabkan kanker. Misalnya radiasi ion sinar gamma dari sinar X diduga berhubungan dengan kanker paru paru, kanker thyroid, kanker payudara dan kanker lambung.
Quote:
10. Konsumsi Makanan Pencegah Kanker

Konsumsilah makanan yang dapat menurunkan risiko kanker terutama makanan yang berasal dari tumbuh tumbuhan. Makanan yang berserat tinggi dapat menurunkan risiko kanker usus besar.
READ MORE - Turunkan Resiko Kanker Dengan Cara Mudah

Ribuan Manfaat Jambu Biji, Dari Penangkal Flu hingga Cegah Kanker

Jambu biji memang tidak sepopuler jeruk atau semahal apel. Jika Anda berpikir jeruk adalah yang terbaik untuk vitamin C, Anda perlu mencoba jambu biji.

Satu jambu biji memiliki 165 miligram (mg) vitamin C. Sementara, satu jeruk hanya mengandung 69 mg saja. Kandungan vitamin C pada jambu biji ini efektif dalam mengobati infertilitas pria.

Di bawah kulitnya yang hijau, jambu biji memiliki banyak manfaat yang ditawarkan. Satu buah jambu sehari berguna mengurangi resiko penyakit mulai dari flu biasa, gusi bengkak, tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes sampai kanker.

Jambu biji memiliki serat makanan berlimpah sehingga baik dikonsumsi bagi yang mengalami sembelit. Bagi yang sedang mencoba untuk menurunkan berat badan, tingginya kandungan serat jambu biji juga sangat bermanfaat.

Buah ini kaya vitamin, serat dan mineral. Jika dijadikan bagian dari makanan sehari-hari, penelitian menunjukkan jambu biji sangat efektif mencegah kanker dan penyakit jantung. Buah yang memiliki nama latin Psidium guajava ini membantu tubuh memerangi radikal bebas yang dihasilkan selama metabolisme.

Para peneliti bekerja untuk departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) telah menemukan bahwa jambu biji mungkin di antara buah terkaya antioksidan. Buah yang lezat ini juga memiliki beta karoten, kalium dan serat larut.

Jambu biji dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengendalikan tekanan darah dan kolesterol. Kemampuan jambu biji untuk menurunkan tekanan darah disebabkan adanya kandungan kalium. Kalium merupakan elektrolit yang penting untuk reaksi listrik dalam tubuh termasuk pada jantung.

Buah ini juga dikenal bisa menyembuhkan luka eksternal serta mengobati pendarahan hidung dan gusi. Buah yang hidup di daerah tropis ini bisa juga mencegah penyakit 'orang tua' seperti pikun dan katarak. Adanya karbohidrat kompleks dan kandungan serat yang tinggi bisa bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.

Makan satu jambu biji untuk sarapan memberikan dosis harian yang sangat dibutuhkan seperti zat besi, asam folat, kalsium, serat, protein, karbohidrat, vitamin A, B dan banyak vitamin C. Kandungan lemak total satu jambu biji sekitar 0,9 gram atau 84 kalori. Dibandingkan dengan apel, buah ini memiliki 38 persen lemak dan 42 persen kalori yang lebih sedikit.
READ MORE - Ribuan Manfaat Jambu Biji, Dari Penangkal Flu hingga Cegah Kanker

Benarkah Roti Tawar Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara?

kangker
Makan roti tawar dan kentang dapat meningkatkan risiko tumbuhnya kanker payudara. Demikian dikatakan ilmuwan dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas California, San Diego.
Sebuah studi menemukan bahwa orang yang mengikuti diet kaya pati (amilum) lebih beresiko terkena tumor dibandingkan mereka yang jarang mengkonsumsi pati. Para peneliti belum dapat menjelaskan kecenderungan ini. Namun, mereka berasumsi bahwa peningkatan tingkat insulin yang dipicu ‘karbohidrat olahan’ seperti pati itu bisa merangsang pertumbuhan sel kanker.

Peneliti mempelajari pola makan dari 2.651 penderita kanker payudara selama 12 bulan. Mereka menemukan bahwa orang yang sering makan pati memiliki 14,2 persen resiko kanker payudara. Tingkat resiko ini lebih tinggi dibandingkan yang jarang mengkonsumsi pati, yaitu sekitar 9,7 persen.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukan hanya karbohidrat secara keseluruhan (yang berpotensi tingkatkan resiko kanker), tetapi terutama pati,” kata peneliti Universitas California, Jennifer Emond. Penelitian belum dapat memberikan rekomendasi untuk pola makan yang baik guna mencegah kanker ini.
Pada awalnya, asupan karbohidrat perempuan adalah 233 gram per hari. Peneliti mengamati pola makan wanita yang di tahun berikutnya mengalami kambuh penyakit. Perempuan yang penyakitnya kambuh itu umumnya menambah asupan pati sebanyak 2.3 gram per hari pada tahun pertama. Sementara itu, penderita yang tidak mengalami kambuh umumnya mengurangi asupan pati 2,7 gram setiap harinya.
Kanker payudara adalah kanker paling umum di Inggris. Penyakit ini diderita sekitar 46.000 wanita setiap tahun. Karbohidrat adalah bahan bakar yang paling penting untuk otot dan sumber energi penting untuk otak dan sistem saraf pusat. Karbohidrat olahan seperti roti mengandung pati lebih banyak dibandingkan dari biji-bijian (seperti beras).

CEO Kampanye Kanker Payudara, Baroness Delyth Morgan, mengapresiasi temuan ini. "Studi ini menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi pati mungkin bisa mengurangi risiko kambuhnya kanker payudara. Kita menunggu penelitian lebih lanjut tentang masalah ini,” ujar dia.

READ MORE - Benarkah Roti Tawar Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara?

Turunkan Resiko Kanker Dengan Cara Mudah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...